Been a while. 

Aku alpa dari janji yang kutuliskan di kiriman pertama. 2021 sudah mau selesai dan aku baru menulis lagi. Jujur saja, dari kemarin-kemarin aku bingung topik apa yang mau kubahas. Mumpung Desember ini ada satu momen yang tentu saja berharga, sekalian saja kujadikan konten di sini.

19 Desember kemarin jadi salah satu momen berharga buatku. Aku dilamar orang.

Buatku aneh tapi nyata karena aku sendiri gak nyangka bisa sampai di fase ini—mengingat apa-apa saja yang terjadi satu, dua tahun ke belakang. Bertemu orang yang sekarang bakal jadi calon suamiku juga sebetulnya merupakan sebuah kebetulan, c'est un coup de foudre. Gak nyangka juga pada akhirnya dia yang akan menemaniku di tahun-tahun berikutnya.

Lamaran itu, menyenangkan, baik dalam arti kiasan maupun harfiah. Menyenangkan mulai dari proses mempersiapkannya, acaranya akan seperti apa, sajian apa saja yang akan dihidangkan, siapa saja yang akan diundang, dan sebagainya. Di sisi lain, sangat melelahkan. Setelah acara ini selesai, satu pikulan terangkat sudah, sampai-sampai untuk beberapa hari setelahnya aku cuma ingin beristirahat.


Salah satu hal yang membuatku—dan yang lain—cukup kewalahan adalah PPKM. Awalnya, kami berencana untuk melaksanakan acara ini pada 2 Januari 2022. Bahkan seharusnya tulisan ini belum dibuat. Hanya saja, yang tadinya kami kira tidak akan ada apa-apa, pemerintah tiba-tiba akan memberlakukan PPKM mulai dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Tentu saja, saudara-saudara kami yang berdomisili di luar kota dikhawatirkan gak akan bisa datang. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami majukan ke tanggal 19 Desember (yang mana pada akhirnya PPKM gak jadi diadakan hahaha🥲).

Semuanya terjadi sangat cepat di waktu yang sangat singkat. Baju yang tadinya mau kukenakan di hari H direvisi, benar-benar mengulang dari awal karena ibuku gak sreg dengan hasil akhirnya. Belum lagi tanggal fitting cincin dan tanggal pengambilannya yang harus kumajukan juga. Begitu pun dengan katering, persiapan acara dari EO, meminta penggantian jadwal ke MUA, sampai siapa MC yang akan dipakai. 

Pada akhirnya, semuanya sepadan. Acara berlangsung dengan sangat lancar—walau teman-temanku kebanyakan gak bisa hadir karena mereka semua kerja di luar kota. Tapi, kami senang sekali dengan hasilnya. 


Aku tahu betul ini masih permulaan. Masih banyak pekerjaan yang mesti kuselesaikan untuk akad dan resepsi. Kuharap semuanya lancar sampai tahun depan.

(´。• ◡ •。`) ♡

19 Desember 2021

December 30, 2021

Been a while. 

Aku alpa dari janji yang kutuliskan di kiriman pertama. 2021 sudah mau selesai dan aku baru menulis lagi. Jujur saja, dari kemarin-kemarin aku bingung topik apa yang mau kubahas. Mumpung Desember ini ada satu momen yang tentu saja berharga, sekalian saja kujadikan konten di sini.

19 Desember kemarin jadi salah satu momen berharga buatku. Aku dilamar orang.

Buatku aneh tapi nyata karena aku sendiri gak nyangka bisa sampai di fase ini—mengingat apa-apa saja yang terjadi satu, dua tahun ke belakang. Bertemu orang yang sekarang bakal jadi calon suamiku juga sebetulnya merupakan sebuah kebetulan, c'est un coup de foudre. Gak nyangka juga pada akhirnya dia yang akan menemaniku di tahun-tahun berikutnya.

Lamaran itu, menyenangkan, baik dalam arti kiasan maupun harfiah. Menyenangkan mulai dari proses mempersiapkannya, acaranya akan seperti apa, sajian apa saja yang akan dihidangkan, siapa saja yang akan diundang, dan sebagainya. Di sisi lain, sangat melelahkan. Setelah acara ini selesai, satu pikulan terangkat sudah, sampai-sampai untuk beberapa hari setelahnya aku cuma ingin beristirahat.


Salah satu hal yang membuatku—dan yang lain—cukup kewalahan adalah PPKM. Awalnya, kami berencana untuk melaksanakan acara ini pada 2 Januari 2022. Bahkan seharusnya tulisan ini belum dibuat. Hanya saja, yang tadinya kami kira tidak akan ada apa-apa, pemerintah tiba-tiba akan memberlakukan PPKM mulai dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Tentu saja, saudara-saudara kami yang berdomisili di luar kota dikhawatirkan gak akan bisa datang. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami majukan ke tanggal 19 Desember (yang mana pada akhirnya PPKM gak jadi diadakan hahaha🥲).

Semuanya terjadi sangat cepat di waktu yang sangat singkat. Baju yang tadinya mau kukenakan di hari H direvisi, benar-benar mengulang dari awal karena ibuku gak sreg dengan hasil akhirnya. Belum lagi tanggal fitting cincin dan tanggal pengambilannya yang harus kumajukan juga. Begitu pun dengan katering, persiapan acara dari EO, meminta penggantian jadwal ke MUA, sampai siapa MC yang akan dipakai. 

Pada akhirnya, semuanya sepadan. Acara berlangsung dengan sangat lancar—walau teman-temanku kebanyakan gak bisa hadir karena mereka semua kerja di luar kota. Tapi, kami senang sekali dengan hasilnya. 


Aku tahu betul ini masih permulaan. Masih banyak pekerjaan yang mesti kuselesaikan untuk akad dan resepsi. Kuharap semuanya lancar sampai tahun depan.

(´。• ◡ •。`) ♡
One Chocolate Eater